Setelah lama tak menulis karena berjibaku dengan seabreg kerjaan kantor, akhirnya saya bisa kembali melepas rindu dengan blog “kesayangan”. Sebenarnya ini juga karena sudah ada beberapa kawan yang protes akibat blog ditinggal terlalu lama. Uniknya pada hari “bebas tugas” ini justru saya wajib menyerahkah hasil rekap audit yang sudah berjalan sejak bulan lalu. Hehehe...
Akibat suntuk yang teramat sangat, akhir minggu lalu saya—bersama dengan seorang kawan—memutuskan untuk rehat sejenak dan menikmati waktu luang dengan datang ke sebuah pameran bertajuk “Warisan Budaya Peranakan Tionghoa.” (Saya janji cerita soal pameran ini akan menyusul).
Hari minggu itu, dengan hati penuh letup semangat, saya gerakkan kaki ini menuju pusat perbelanjaan baru dekat Gelora Bung Karno. Tempat yang saya tuju ini adalah titik pertemuan yang sudah saya dan kawan sepakati sehari sebelumnya. Rupa-rupanya kawan saya itu terlambat dan memaksa saya harus mencari persinggahan sementara. Jadi, mulailah saya melirik ke kanan dan ke kiri mencari sekedar tempat nyaman untuk menunggu barang setengah jam.
Tak sengaja mata ini melihat cafe yang menjual kopi luwak. Wah.. nama kopi luwak memang tidak asing lagi di telinga saya, tapi kalo soal mencicipi harus saya akui saya belum pernah meminumnya, karena jujur saya bukan penggemar kopi—walaupun saat kuliah dulu kopi adalah “candu” agar mata ini tetap melek dan siap membaca setumpuk buku.
Yang saya tahu, kopi yang berasal dari daerah Sumatra ini memiliki proses produksi yang unik. Asal tahu saja kopi ini dihasilkan dari kotoran hewan luwak (sejenis musang) yang memakan biji-biji kopi. Mendengarnya memang membuat badan bergidik dan jijik ya. Tapi, jangan salah karena kopi luwak rupanya dikenal kenikmatannya hingga seantereo jagad sampai kopi ini pun menjadi kopi termahal di dunia! Bayangkan dari info yang saya dapatkan, di luar negeri orang harus merogoh kantong hingga ratusan dollar untuk bisa menikmati kopi ini. Jadi tak heran kalo kita pernah melihat liputan kopi luwak di acara Oprah Winfrey Show. Dan buat yang menyaksikan, pasti ingat Ms. Winfrey sampai hilang kata-kata mendengar “kotoran” luwak bisa menjadi komoditi yang mahal harganya. Tapi saya lupa, apakah Oprah sempat mencicipi kopi asal Indonesia ini. Adakah yang ingat?

Buat saya yang bukan seorang barista atau pun penggemar kopi, rasa kopi luwak tak ada bedanya dengan kopi yang biasa saya minum. Tapi tentu seorang barista bisa membedakannya ya?
Yang pasti tak ada salahnya Anda mampir ke warung kopi yang menjual kopi luwak. Paling tidak untuk menghilangkan rasa penasaran. Tenang... di sini Anda bisa menikmat secangkir kopi luwak dengan harga yang “wajar” sekitar Rp. 18.000. Selamat menikmati...
Akibat suntuk yang teramat sangat, akhir minggu lalu saya—bersama dengan seorang kawan—memutuskan untuk rehat sejenak dan menikmati waktu luang dengan datang ke sebuah pameran bertajuk “Warisan Budaya Peranakan Tionghoa.” (Saya janji cerita soal pameran ini akan menyusul).
Hari minggu itu, dengan hati penuh letup semangat, saya gerakkan kaki ini menuju pusat perbelanjaan baru dekat Gelora Bung Karno. Tempat yang saya tuju ini adalah titik pertemuan yang sudah saya dan kawan sepakati sehari sebelumnya. Rupa-rupanya kawan saya itu terlambat dan memaksa saya harus mencari persinggahan sementara. Jadi, mulailah saya melirik ke kanan dan ke kiri mencari sekedar tempat nyaman untuk menunggu barang setengah jam.
Tak sengaja mata ini melihat cafe yang menjual kopi luwak. Wah.. nama kopi luwak memang tidak asing lagi di telinga saya, tapi kalo soal mencicipi harus saya akui saya belum pernah meminumnya, karena jujur saya bukan penggemar kopi—walaupun saat kuliah dulu kopi adalah “candu” agar mata ini tetap melek dan siap membaca setumpuk buku.
Yang saya tahu, kopi yang berasal dari daerah Sumatra ini memiliki proses produksi yang unik. Asal tahu saja kopi ini dihasilkan dari kotoran hewan luwak (sejenis musang) yang memakan biji-biji kopi. Mendengarnya memang membuat badan bergidik dan jijik ya. Tapi, jangan salah karena kopi luwak rupanya dikenal kenikmatannya hingga seantereo jagad sampai kopi ini pun menjadi kopi termahal di dunia! Bayangkan dari info yang saya dapatkan, di luar negeri orang harus merogoh kantong hingga ratusan dollar untuk bisa menikmati kopi ini. Jadi tak heran kalo kita pernah melihat liputan kopi luwak di acara Oprah Winfrey Show. Dan buat yang menyaksikan, pasti ingat Ms. Winfrey sampai hilang kata-kata mendengar “kotoran” luwak bisa menjadi komoditi yang mahal harganya. Tapi saya lupa, apakah Oprah sempat mencicipi kopi asal Indonesia ini. Adakah yang ingat?

Buat saya yang bukan seorang barista atau pun penggemar kopi, rasa kopi luwak tak ada bedanya dengan kopi yang biasa saya minum. Tapi tentu seorang barista bisa membedakannya ya?
Yang pasti tak ada salahnya Anda mampir ke warung kopi yang menjual kopi luwak. Paling tidak untuk menghilangkan rasa penasaran. Tenang... di sini Anda bisa menikmat secangkir kopi luwak dengan harga yang “wajar” sekitar Rp. 18.000. Selamat menikmati...












